|
|
BAGAIMANA MENANGKAL PENCURIAN & PENGGELAPAN TOKO

Tip Bisnis -Para ahli di USA memperkirakan sumber-sumber kehilangan stok barang dari toko-toko pengencer sebagai berikut: 43 % karena dicuri karyawan sendiri, 33 % karena dicuri pembelanja luar, 24 % karena sebab-sebab lain kerusakan, perampokan, dan lain-lain.
Tidak peduli betapa canggihnya sistim anti-maling yang anda terapkan untuk toko anda, namun kasus pencurian tetap tidak tertindas secara menyeluruh.
Di samping pencurian barang secara fisik, terdapat cara & jalur lain pula untuk mencuri sebuah toko, seperti halnya lewat label harga, refund (pengembalian uang atas pembatalan pembelian), dan cara-cara penanganan cash yang salah.
Tetapi dengan pengaturan dan pengawasan yang lebih baik, sebenarnya perusahaan anda akan terhindar dari “penjarahan” yang mematikan usaha anda.
Sistim proteksi toko meliputi banyak dimensi.
Dan Anda dapat memilih pelbagai alternatif sesuai dengan keadaan toko Anda.
Marilah kita mengupas sejumlah di antaranya yang cukup efektif dalam penangkalan jenis-jenis pencurian dan pengelapan yang sering terjadi.
1. STAFF YANG TERPERCAYA:
Pertama-tama kenalilah karyawan-karyawan Anda. Pakailah orang-orang yang dipercaya, khususnya untuk pengawasan. Kembangkan dan binalah komunikasi antar semua bagian dalam toko Anda.
Upayakan agar semua karyawan Anda jelas ruang lingkup kerjanya, serta selalu memperoleh pengetahuan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas mereka. Selain itu, Anda juga harus mengetahui bagaimana keluarga mereka dan bagaimana kehidupan mereka.
Awas jangan sekali-kali Anda kesankan bahwa Anda tidak peduli atau menyepelekan pencurian atau kehilangan-kehilangan yang terjadi di toko Anda. Secara berkala Anda seharusnya menekankan kepada para karyawan bahwa Anda tidak mentoleransi kehilangan, kecerobohan, dan penggelapan. Tanamkan kepada mereka bahwa “the crime doesn’t pay”.
Jangan Anda menunggu sampai pencurian terjadi. Dalam hal apapun, pencegahan selalu lebih baik ketimbang penanggulangan. Oleh karena itu lakukan tindakan-tindakan seperti bila Anda mencegah kebakaran. Yaitu menciptakan suatu sistim yang dapat mengenali secara dini dan menghentikan berkembangnya masalah, termasuk meningkatkan kewaspadaan dari staff toko Anda untuk lebih mengenali ciri-ciri pembelanjaan yang berpotensi maling.
1. MENGGUNAKAN ALAT-ALAT CANGGIH
Penggunaan alat-alat elektronis canggih seperti electronic tagging (label elektronis) dan pelbagai jenis kamera (seperti kamera hidup dengan monitor, kamera VCR, dummy camera dll) berlaku efektif untuk pasar swalayan dan toserba. Namun agak terlalu jauh diperbincangkan disini.
2. TANDA ATAU SIGN PEMBERITAHUAN
Sign adalah pengumuman tertulis yang dicantumkan dengan jelas bahwa di toko Anda terdapat divisi keamanan. Di negara maju banyak dipakai untuk meningkatkan para pembelanja agar berpikir 10 kali sebelum berani mencuri!
Biasanya sign tertulis sebagai berikut:
Toko ini menggunakan detektif partikelir, dan semua pencuri dan diajukan ke pengadilan.
Pencurian di toko adalah tindak kriminal. Semua pencuri akan diajukan ke pengadilan.
Toko ini dilindungi dengan kamera keamanan dan satpam. Semua pelaku pencurian akan diajukan ke pengadilan
Andapun bisa menempelkan “Sign” ini dengan warna menyolok ditoko Anda untuk menyusutkan niat para kriminal.
3. CERMIN
Cermin yang dipasang di pelbagai lokasi toko, bisa pula dipakai sebagai penggentar bagi si pencuri. Toko bisa dilengkapi dengan cermin yang membujur di sepanjang dinding dan plafon sehingga memungkinkan petugas-petugas toko melihat jauh ke toko dari pelbagai sudut.
Ada pula toko yang memakai cermin cembung di tempat-tempat tertentu yang memungkinkan petugas-petugasnya melihat ke sudut-sudut toko yang tersembunyi dari pandangan utama.
Cermin dua arah juga berguna untuk mengontrol keamanan toko. Biasanya, cermin ini dipakai untuk menyekat kantor pemilik atau kepala toko. Dari sisi luar cermin ini adalah cermin biasa. Tetapi dari sisi kantor kepala toko, cermin ini adalah tembus pandang seperti kaca biasa sehingga apa yang dilihat oleh kepala toko dari kantornya tidak diketahui oleh orang-orang dalam tokonya.
4. LABEL HARGA YANG DIPERKECIL NILAINYA
Label harga yang asli bisa dicoret dan/atau diganti palsu dengan harga yang lebih rendah.
Si pencuri dapat bekerja sendiri di rak atau kamar pas untuk mencoret label untuk ditindihkan dengan harga baru yang lebih rendah sesuai dengan kebiasaan label promosi dari toko Anda.
Ia bahkan dapat mencetak atau mengcopy label harga menirukan yang asli (tentu dengan harga yang lebih rendah) untuk digantikan pada label yang asli.
Barang-barang ini lalu disodorkan kekasir atau kepramuniaga untuk dibeli. Apabila praktek ini ketahuan, maka sipencuri hanya mengangkat bahu menandakan dirinya tak tahu menahu.
Manipulasi label ini dapat diatasi dengan menyiagakan karyawan yang lebih intensif dan awas tentang harga barang-barang. Dan bila Anda memakai cash register, Anda juga bisa memperlengkapi harga barang-barang yang susah diset dalam programnya.
5. MENCEGAH PEMBATALAN PEMBELIAN
Seorang kasir bisa melakukan penggelapan melalui pengembalian uang pembelian yang batal, secara tidak benar (palsu). Hal itu terjadi dengan memanfaatkan bon atau kwitansi yang tidak diberikan atau tidak diminta oleh pembeli yaitu dengan menarik uang penggantian secara gelap seolah-olah sipembeli yang membatalkan pembelian dan meminta uang penggantian.
Sehubungan dengan hal itu, maka cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan membuat peraturan agar semua pembelian tidak bisa dibatalkan atau pembatalan harus diputuskan hanya oleh pemilik toko.
6. CARA PENANGANAN CASH YANG RISKAN
Toko yang kurang terjaga keamanannya ditambah dengan lokasi kasir yang biasanya memang dekat dengan pintu keluar, akan menggoda sipencuri untuk nekad menggaet uang kontan dari laci kasir, lalu lari kabur keluar. Itulah sebabnya uang jangan dibiarkan bertumpuk banyak dalam laci. Secara berkala uang ini harus disetorkan kepada kepala kantor atau bank atau dipindahkan ketempat yang lebih aman.
Juga Anda perlu berhati-hati terhadap penipu yang mengklaim telah memberikan Anda (sebagai kasir) satu uang kertas Rp 10.000,- padahal sesungguhnya Rp 5.000,- lalu bikin keributan ditoko Anda.
Maka kasir selalu harus menempatkan uang bayaran secara tersendiri, tidak dicampur dengan uang lain-lain sebelum proses pembayaran dan sosokan uang menjadi jelas.
KIAT SUKSES WIRAUSAHA BARU
Rubrik lainnya..
|
|