| SwaBisnis.Net | Profil | Toko Online | Iklan |
|---|
|
http://www.swabisnis.8m.com | ![]() |
|
Tempe dan Sale Goreng MAKANAN FAVORIT Laporan Khusus -Di tiap-tiap tempat, kota maupun daerah atau desa sekalipun, pasti mempunyai makanan khas,yang sering dijadikan buah tangan oleh para pendatang dari luar kota. Terminal sebagai gerbang sebuah kota, merupakan tempat yang paling banyak dikunjungi orang dari dan ke luar kota. Disini biasanya dijual berbagai jenis makanan khas untuk buah tangan. Dari sekian banyak teminal antar kota di kota Bandung, salah satunya adalah terminal Kebun Kelapa. Disepanjang jalan sekitar Kebun Kelapa, berjejer toko makanan yang menjual ole-ole dengan jenis yang hampir sama. Ada tempe goreng, oncom goreng, sale goreng, dodol sirsak,dodol garut, dan sebagainya. Salah seorang pedagang yang ditemui Swa Bisnis adalah Dori (45 tahun). Menurut pengakuannya, pada tahun 1980-an,ia bersama 3 orang temannya mencoba merambah usaha di bidang oleh-oleh Bandung. Modal Awal yang dikeluarkan sekitar ± Rp 7000.000,-(tujuh juta rupiah). Uang ini dipergunakan untuk sewa tempat sebesar Rp 3.000.000,-(tiga juta rupiah), sisanya untuk pembelian barang, seperti penggorengan, rak makanan, dll. Kurang lebih ada 30 jenis makanan dijual di Toko Pusaka milik Dori. Antara lain : keripik pisang, keripik kentang, kacang pogor, agar-agar, pala, lumpia, ranginang, sukro besar-kecil, dodol asam, dodol picnic, dodol warna, simping, kue kering, kremes dan yang lainnya. Seorang pegawai Dori, yaitu; Wandi (25 tahun) sedang asyik membuat adonan sambil sesekali melayani pembeli. Wandi menuturkan bahwa tempe goreng, oncom goreng dan sale memang dibuat sendiri, sedang sisanya adalah titipan. Sambil membuat adonan, Wandi juga menuturkan cara pembuatan tempe goreng. Setelah diiris tipis, tempe dicelupkan kedalam adonan yang terdiri tepung kanji, tepung beras yang diaduk dengan bumbu, setelah itu tempe digoreng. Untuk harga jual masing-masing jenis, berkisar Rp 10.000,-per kilogram. Harga tersebut relatif murah, dibandingkan dengan terminal Leuwipanjang yang berkisar Rp 11.000,- hingga Rp 12.000,- per kilogram untuk jenis makanan yang sama. Menurut Dori, makanan produk sendiri sangat laku pada hari libur atau hari raya. “Pembelinya sering memborong produk tersebut untuk dibawa ke luar kota,” ungkapnya. Jakarta saja, setiap minggunya memesan 8 kg tempe goreng dan sale goreng dan untuk kota Palembang dan Sumatera berkisar antara 25-30 kg tempe.goreng. Sedangkan untuk barang titipan yang didrop dari toko di Pasar Baru, hasil pasokan ibu-ibu home industri, hanya dapat bertahan selama 1 bulan. Jika tidak habis, Dori terpaksa mengembalikan dan menggantinya dengan barang baru. Dori yang kini telah mempunyai rumah, serta kios sendiri, dapat membayar upah pegawainya sebesar Rp200.000,- hingga Rp 300.000,- setiap bulan. Selain itu, pegawainya diberikan makan 1 kali setiap hari dan bonus pada hari-hari tertentu.
|
|
|