| SwaBisnis.Net | Profil | Toko Online | Iklan |
|---|
| MEDIA WIRAUSAHA ONLINE | ![]() |
|
|
LABANYA CUKUP MENGGIURKAN BISNIS OLEH-OLEH BANDUNG Laporan Khusus - Jawa Barat merupakan salah satu propinsi di Indonesia, yang mempunyai beraneka ragam budaya dan seni tradisional. Ciri khas inilah yang selalu menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Selain budaya dan seni, makanan khas daerah pun sering menjadi incaran untuk dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Salah satu tempat yang ramai dikunjungi orang dari luar kota adalah terminal. Di kota Bandung selain terminal kebun kelapa terdapat juga terminal antar kota dalam propinsi, yaitu terminal Leuwi Panjang. Di sepanjang Terminal Leuwi Panjang berderet aneka jenis makanan yang menjadi oleh-oleh ciri khas Bandung. Diantaranya; dodol, gorengan tempe dan oncom, serta peuyeum Bandung dan lain sebagainya. Salah satu toko makanan yang berhasil ditemui tim Swa Bisnis adalah toko sari rasa, Jl. Leuwi Panjang No. 156 Bandung. Menurut pak Haji sang pemilik, usaha yang dikelolanya sekarang adalah warisan dari sang ibu (Hj. Euis), yang saat ini telah memiliki 3 buah toko di kota Bandung tepatnya di Cibaduyut dan Leuwi Panjang. Toko yang diberi nama Sari Rasa berdiri dua tahun lalu, tepatnya semenjak berdirinya terminal Leuwi Panjang. Dalam mengelola usahanya, Pak haji dibantu orang tua serta 5 orang pegawai. Toko Sari Rasa yang setiap harinya buka dari jam 08.00 s/d 20.00 malam, dengan omzet setiap harinya sebesar Rp. 700.000,-. Keuntungan dari tiap produk makanan saya, ambil sebesar sebesar 30%, Ujar Pak Haji. Aneka jenis makanan yang tersedia di Toko Sari Rasa, diantaranya; wajit, dodol, aneka macam keripik kentang, singkong, pisang, sale pisang, kerupuk kulit, gorengan belut, paru, berondong, moci, belut, peuyeum, dll. Selain itu para pengunjung bisa juga mendapatkan makanan yang langsung diproduksi sendiri seperti gorengan tempe dan oncom. Menurut Pak Haji, hampir sebagian besar barang-barang yang dijual adalah barang titipan. Para pemasok memberikan tenggang waktu pembayaran sampai barang-barang titipannya laku, tutur Pak haji. Selain itu pihak pemasok selalu mengadakan pengecekan terhadap barang-barang titipannya, apakah layak jual atau sudah harus ditarik dari pasaran. Yang penting barang-barang yang dijual di toko Sari Rasa memiki izin dari Departemen Kesehatan, sehingga kualitas barang bisa dipertanggung jawabkan, lanjut Pak Haji dengan bangga. Pemasok barang datang dari berbagai daerah seperti dodol dari Garut, wajit (Cililin), Sale (Sumedang), Peuyeum (Cipatat), Moci (Sukabumi), Belut (Purwokerto), Paru (Purwokerto), Borondong (Majalaya). Dalam mempertahankan usahanya, Toko sari Rasa selalu mengutamakan servis. Oleh karena itu Pak Haji tidak pernah membedakan harga bagi pembeli dari luar kota maupun dalam kota. Toko Sari Rasa memiliki moto Apa artinya mendapat keuntungan besar sesaat, jika pengunjung tidak datang kembali. Kini pelanggannya datang dari berbagai propinsi, dengan keuntungan yang memuaskan.
|
|
![]() |