| SwaBisnis.Net | Profil | Toko Online | Iklan |
|---|
| MEDIA WIRAUSAHA ONLINE | ![]() |
|
|
Rp. 60 JUTA/BULAN OMZET BISNIS OLEH-OLEH BANDUNG Laporan Khusus - Bisnis perut alias bisnis makanan diyakini orang sebagai bisnis yang kebal resesi. Tahan terhadap tempaan krisis. Bukankah dalam kondisi krisis pun orang butuh makan ? Masih terpatri dalam ingatan kita betapa kalapnya masyarakat, manakala beredar isue bahwa produk-produk makanan harganya akan naik drastis. Berbondong-bondong orang mendatangi supermarket untuk membeli produk makanan dalam jumlah yang tidak lagi rasional, sebanyak- banyaknya. Sehingga pengelola supermarket perlu mengeluarkan kebijakan membatasi pembelian perkali beli. Makanan oleh-oleh Bandung atau buah tangan dari kota Bandung seperti tempe dan oncom goreng, peuyeum (tape), dodol, wajit, sale pisang dan lain-lain banyak dijual di Bandung terutama di pusat-pusat keramaian seperti terminal bus, industri sepatu Cibaduyut, serta jeans Cihampelas. Dan sebagaimana bisnis makanan lainnya, bisnis penjualan makanan oleh-oleh Bandung inipun kebal terhadap krisis. Para pelakunya masih menikmati laba yang menggiurkan, sekalipun dalam suasana krisis ekonomi. Laba jutaan rupiah tiap bulan, dapat mengisi pundi-pundi serta meningkatkan taraf hidup pengusaha makanan oleh-oleh Bandung. Berkunjung ke Bandung tanpa menenteng oleh-oleh Bandung, serasa belum ke Bandung. Warga Jakarta - Jawa Tengah - Jawa Timur bahkan Sumatera menjadi pembeli potensial "oleh-oleh Bandung" ini.
|
|
|